Ayo Beternak Bebek Peking, Untung Melambung Tahan Banting

Sekilas Bebek Peking

Bebek Peking merupakan salah satu jenis bebek unggul untuk pedaging. Pertumbuhan berat badannya sangat cepat, pada umur 1 bulan berat badannya sudah mencapai 1,5 Kg dan umur 2 bulan bisa mencapai 3,3 – 3,5 Kg/ekor.

Bebek Peking juga lebih tahan terhadap penyakit ternak, terutama Flu Burung. Juga tahan pada kondisi lingkungan yang “sederhana”. Kandang sederhana dengan peralatan minimal asalkan ada tempat berteduh dan areal penggembalaan dengan kolam air untuk mandi dan menurunkan suhu badan.

Penggemukan Bebek Peking

Penggemukan Bebek Peking merupakan usaha yang sangat menguntungkan dengan perputaran yang relatif cepat. Hanya dalam waktu 2 bulan atau 60 hari, bobot Bebek Peking bisa mencapai lebih dari 3 Kg/ekor.

Harga daging bebek relatif stabil dengan pangsa pasar yang sangat terbuka serta perputaran usaha yang cepat membuat usaha penggemukan Bebek Peking patut diperhitungkan.

Panca Usaha Peternakan

Untuk menghasilkan ternak yang baik dan menguntungkan, maka peternak harus melakukan usaha-usaha yang dikenal dengan Panca Usah Peternakan yaitu :

  1. Kandang

Kandang bebek harus memenuhi syarat kesehatan seperti suhu dan kelembaban beserta perlengkapan kandangnya.

Bahan pembuat kandang tidak harus mahal tetapi yang penting cukup kuat.

  1. Bibit Unggul

Bibit unggul dapat diperoleh dengan cara menetaskan sendiri dari indukan yang baik atau membeli Day Old Duck (DOD) dari tempat pembibitan yang direkomendasikan oleh Dinas Peternakan setempat. Bibit DOD harus sehat (tidak cacat) dan seragam.

  1. Pakan

Pakan yang baik untuk usaha penggemukan Bebek Peking adalah pakan jadi/pabrikan jenis starter karena hanya digunakan sampai umur 8 minggu (2 bulan). Untuk lebih menghemat biaya pakan maka peternak dapat meramu ransum pakan sendiri dari beberapa bahan yang mudah didapat dan murah di sekitar tempat usaha. Tambahkan juga Suplemen Organik Cair GDM untuk meningkatkan kualitas pakan dan menghambat jamur alfatoxin. Biaya lebih murah, kualitas pakan setara pabrikan dan dapat mencegah penyakit pada Bebek Peking.

  1. Tata Laksana

Usaha-usaha yang dilakukan peternak pada semua aspek agar peternakannya berhasil mulai dari pembuatan kandang, bibit unggul, pemberian pakan dan minum serta pengelolaan lainnya merupakan tata laksana/tata kelola peternakan.

Untuk menjadikan tata laksana yang baik maka usaha penggemukan Bebek Peking harus dijadikan usaha utama (bukan usaha sampingan) agar semua sumber daya dapat dicurahkan sepenuhnya pada usaha ini.

  1. Pemasaran Hasil Ternak

Pemasaran hasil penggemukan Bebek Peking ini sangat terbuka lebar, mulai dari pedagang kuliner kaki lima sampai restoran dan hotel-hotel berbintang. Untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri saja masih belum tercukupi apalagi untuk ekspor. Hal terpenting dari pemasaran hasil ini adalah kualitas dan kontinuitas produk daging bebek.

Tips Gampang dan Jitu Siapkan Kolam Budidaya Belut

Belut atau dalam nama latin Monopterus sp. Merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang berbentuk menyerupai ular karena berbentuk pipih memanjang. Perbedaannya, belut tidak memiliki sirip dan sisik. Ikan ini banyak ditemukan di area sawah dan rawa. Indonesia dianugerahi 2 jenis belut yag sangat disukai masyarakat dunia yaitu belut sawah (Monopterus albus) dan belut rawa (Synbranchus bengalensis).

Ikan belut menjadi favorit baik di pedesaan maupun perkotaan sehingga permintaan akan belut konsumsi meningkat secara signifikan setiap tahun. Bahkan skala ekspor pun juga mengalami respon positif. Negara-negara yang loyal mengimpor belut Indonesia antara lain Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Inggris, honglong, Jepang dan Korea.

Belut memiliki rasa gurih dan kandungan protein tinggi sehingga sangat mudah dikonsumsi oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia. Permintaan yang semakin tinggi mendorong masyarakat untuk mengeksploitasi belut secara terus-menerus sehingga di habitat aslinya populasi belut menurun drastis.

Untuk menanggulanginya maka dilakukan budidaya belut baik skala tradisional, semi intensif bahkan intensif. Keunggulan belut sebagai ikan budidaya adalah tidak memerlukan tempat yang luas dan mudah dalam proses pemeliharaan.

Sebelum membudidayakan belut sebaiknya perlu dikenali terlebih dahulu terkait karakter, habitat, morfologi dan pakan belut. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi kematian, salah proses penanganan, pemeliharaan dan mencegah penyakit.

Belut menyukai tempat yang mengandung kadar oksigen tinggi, jernih, perairan tenang namun memiliki banyak sumber makanan. Makanan yang disukai belut adalah serangga air, ikan, katak, cacing Tubifex, krustacea. Hewan ini tergolong karnivora dan nocturnal serta cenderung pasif karena menunggu mangsa di lubang tempat sembunyi.  Belut mampu hidup optimal pada rentang suhu 25-31◦ C.

Jenis belut yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di wilayah Jawa Barat adalah belut sawah (Monopterus albus). Perkembangan teknologi budidaya belut semakin berkembang pesat, belut pun bisa dibudidayakan di lahan sempit dan berbagai jenis kolam seperti kolam beton, kolam tanah, drum, bahkan tong air.

Apabila ingin sukses memelihara belut, sebaiknya memilih salah satu dari fase budidaya belut, yaitu pemijahan, pendederan dan pembesaran belut konsumsi. Namun, jika ingin melakukan semua fase juga tidak masalah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut meliputi persiapan kolam, pemilihan bibit, pemeliharaan, pemberian pakan, kualitas air serta pencegahan penyakit.

Tahap pertama adalah persiapan kolam budidaya belut. Adapun bahan-bahan yang digunakan meliputi jerami padi, pupuk organik/pupuk kompos, Suplemen Organik Cair GDM Ikan, GDM Black BOS (Bio Organic Stimulant) dan lumpur kering.

Bagaimana caranya??

  1. Siapkan kolam beton,kolam tanah, drum atau tong air
  2. Isikan jerami dengan ketinggian 50 cm
  3. Siram jerami dengan SOC GDM Ikan sebanyak 1 liter
  4. Taburkan pupuk organik/pupuk kompos dengan ketinggian 7 cm
  5. Tambahkan lumpur kering dengan ketinggian 25 cm
  6. Semprotkan secara merata GDM Black BOS sebanyak 1 kg
  7. Tambahkan air dengan ketinggian 20 cm
  8. Biarkan selama 14 hari

Gampangkan?

Tujuan dari fermentasi tersebut adalah menyiapkan media hidup yang siap ditebari bibit belut serta menyediakan makanan alami untuk bibit. Tanda bahwa media berhasil adalah air jernih, tidak berbau busuk dan banyak ditumbuhi kutu air.

Selamat mencoba !!!

konsultasi seputar agrobisnis bisa langsung ke 0812 2400 2400

 

Usaha Ternak Ayam Broiler Yang Menguntungkan

Usaha ternak ayam broiler bagi pemula tentu memerlukan biaya yang sangat besar dan beresiko tinggi, walaupun menjanjikan keuntungan yang sangat tinggi.  Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk meminimalisir biaya dan resiko, antara lain dengan pola kemitraan dan juga inovasi biotehnologi melalui penggunaan Suplemen Organik Cair GDM.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar usaha ternak ayam broiler terhindar dari resiko kegagalan tetapi masih menguntungkan :

  1. Pemilihan bibit (DOC) yang baik.

Pilih bibit (DOC) dari strain yang memiliki produktivitas tinggi dengan ciri-ciri fisik sebagai berikut :

  1. Sehat, mata jernih, bulu halus dan mengkilat.
  2. Berat seragam antara 35 – 40 gram/ekor.
  3. Tidak ada kecacatan fisik.
  4. Aktif bergerak dan suara nyaring.
  5. Tidak ada kotoran yang melekat disekitar anus.

 

  1. Tata laksana kandang.

Kandang yang baik tidak harus terbuat dari bahan-bahan yang mahal, tetapi dapat juga dari bahan sederhana yang banyak terdapat di sekitar kita sesuai dengan tipe kandang yang akan dibuat.

Syarat-syarat kandang yang ideal adalah :

  1. Tidak jauh dari rumah untuk memudahkan pengawasan.
  2. Terdapat sumber air karena ayam broiler membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhannya.
  3. Terdapat akses transportasi.
  4. Mendapat sinar matahari yang cukup (menghadap Timur – Barat).
  5. Memiliki ventilasi yang baik.
  6. Suhu dalam kandang antara 32,2˚ – 34˚C
  7. Kelembaban 60% – 70%.
  8. Luas kandang disesuaikan dengan populasi yang akan diusahakan.

 

  1. Pakan dan minum.

Pemberian pakan ayam broiler disesuaikan dengan periode pertumbuhannya.  Asupan gizi yang terkandung dalam pakan harus diperhatikan, pakan harus mengandung protein, karbohirat,  vitamin, asam amino dan serat kasar. Pakan merupakan 70% biaya produksi.

Air minum harus tersedia dalam jumlah yang cukup dan tidak mengandung bakteri E.coli maupun Salmonella.

Bersihkan selalu tempat pakan dan tempat minum ayam broiler agar terhindar dari berbagai penyakit.

 

  1. Suplemen Organik Cair GDM.

Suplemen Organik Cair GDM mengandung mineral lengkap yang dibutuhkan oleh ternak dan juga mengandung beberapa bakteri menguntungkan yang dapat meningkatkan kekebalan, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan daya cerna pakan dan efisiensi pakan, harga terjangkau dan mudah aplikasinya.

 

  1. Vaksin, vitamin dan Obat-obatan.

Ada beberapa penyakit (terutama disebabkan oleh virus) yang belum ada obatnya tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.  Lakukan vaksinasi sesuai kebutuhan dan sesuai waktunya untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Vitamin diperlukan untuk meningkatkan kesehatan ternak sehingga lebih tahan terhadap kondisi lingkungan dan penyakit.  Vitamin perlu ditambahkan karena pakan (buatan) mengandung vitamin dalam jumlah yang sangat kecil.

Obat-obatan hanya digunakan jika ternak ayam broiler terserang penyakit.

 

Demikianlah beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan untuk menjadikan usaha ternak ayam broiler minim resiko kegagalan tetapi tetap menguntungkan.

 

Tips Jitu Cerahkan Sisik Ikan Pembawa Hoki Arwana Super Red

Arwana merupakan ikan hias popular dikancah dunia ikan hias. Arwana (Scleropages formosus) sejak lama sudah menjadi primadona ikan hias air tawar baik dalam negeri maupun luar negeri. Hobiis arwana menyebutkan ikan arwana sebagai ikan kayangan dan titisan dewa. Sisik ikan arwana yang bulat besar mirip sisik naga sehingga dalam bahasa mandarin disebut Le Tiaw Lung (seekor naga) diyakini membawa hoki/keberuntungan bagi pemiliknya. Arwana juga menjadi simbol status, kepuasan dan kebanggaan pemiliknya.

Ikan asli Indonesia ini berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Bentuk tubuh yang indah (memanjang, ramping dan gerakan renang yang sangat anggun) serta memiliki corak warna spesifik yaitu merah, sisiknya berkilau bila terkena cahaya. Seluruh keindahan yang dimiliki arwana menjadi daya tarik tersendiri ikan arwana.

Ikan arwana termasuk ikan yang tahan terhadap serangan penyakit. Namun, sangat sensitive terhadap perubahan kualitas air yang meliputi fluktuasi amoniak, nitrit, dan nitrat.
Bukan berarti ikan arwana susah untuk dipelihara. Ikan arwana banyak dipelihara dalam akuarium. Ukuran akuarium minimal 3 kali dari panjang ikan dengan lebar 1,5 kali panjang ikan. Penempatan akuarium juga perlu diperhatikan. Sebaiknya, akuarium ditempatkan pada daerah yang minim lalu lintas orang untuk menghindari stress ikan. Akuarium juga perlu ditambahkan tutup yang kuat dan rapat untuk mencegah ikan melompat keluar.

Populasi dalam memelihara arwana dalam akuarium juga perlu diperhatikan. Sebaiknya, arwana dipelihara secara individu, hindari memelihara arwana dengan jumlah ganjil seperti 3 ekor dalam 1 akuarium. Hal ini bertujuan untukmenghindari sikap agresif ikan arwana yang sangat tinggi.

Lebih bagus jika memelihara langsung 6 ekor dalam 1 akuarium untuk meminimalisir sikap agresif.
Arwana termasuk kategori ikan karnivora. Pakan yang disukai antara lain ikan segar, udang, potongan udang segar, potongan daging ikan segar, serangga seperti jangkrik, kecoak, kelabang, kemudian golongan cacing (sutera, tanah, darah), ulat hongkong serta katak.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan pakan hidup adalah perlu adanya karantina untuk mencegah masuknya bibit penyakit. Sebisa mungkin hindari pemberian serangga atau kodok mati karena peluang kontaminasi bakteri lebih besar.
Untuk pakan hidup, terlebih dahulu buang bagian tubuh yang bisa melukai mulut ikan misalnya kaki belakang kecoa, jangkrik, rostrum udang (duri kepala udang).

Pemeliharaan kualitas air akuarium ikan arwana sangat penting untuk diperhatikan. Penumpukan amoniak, nitrit dan nitrat dalam akuarium akan menjadi pemicu ikan stress. Penggantian air jangan terlalu sering cukup dilakukan 2 atau 4 minggu sekali dengan membuang 30-50% total air. Metode penggantian juga bisa menggunakan metode siphon (selang air). Ikan arwana mampu hidup pada kisaran pH yang luas. Namun, sangat dianjurkan untuk memelihara sesuai kondisi aslinya yaitu 6-7. Sangat peenting diperhatikan dalam memelihara ikan arwana adalah suhu air. Kisaran suhu air untuk ikan arwana adalah 26-30 C. Fluktuasi suhu dalam akuarium dapat menyebabkan ikan stress. Jika suhu terlalu tinggi akan menyebabkan tutup insang menggulung sehingga mengurangi keindahan ikan tersebut.

Penyakit yang serig menyerang ikan arwana adalah kembang sisik dan katarak. Kembang sisik sebenarnya bukan kategori penyakit menular akan tetapi termasuk bentuk stress akibat fluktuasi suhu air. Kembang sisik ditandai dengan terbukanya sisipan antar sisik. Saat ikan mengalami kembang sisik, daya tahan ikan menurun sehingga rawan terhadap infeksi pathogen. Katarak juga bisa menyerang mata ikan. Gejalanya ditandai dengan adanya semacam kabut dalam kornea ikan. Hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri pathogen. Untuk mencegah serangan penyakit, perlu rajin melakukan sanitasi akuarium, pakan hidup, dan menjaga kualitas air akuarium tetap stabil. Pemanfaatan bakteri pengurai menjadi penting untuk mempertahankan kualitas air akuarium. SOC GDM mengandung 5 bakteri lengkap sesuai kebutuhan ikan arwana. Aplikasinya sangat mudah cukup dituang langsung ke dalam air akuarium sebanyak 1 ml/m3 air setiap 1 minggu sekali.

Daftar pustaka
Abdillah, P., P.A. Saputra dan H. Akhrari. 2009. Teknologi Pembenihan Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) di PT. Inti Kapuas Arowana Tbk, Kalimantan Barat. Artikel Ilmiah. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2012. Budidaya Ikan Arwana. Buku. Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Budidaya Ikan Arwana (Schleropages formosus) pontianakpost Diakses tanggal 18 November 2017.

Cara Beternak Ayam Petelur ala GDM

Ada berbagai jenis ayam yang sudah dikenal di masyarakat, salah satunya adalah ayam petelur. Ayam petelur adalah ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya.

 

Besarnya investasi awal dan faktor resiko membuat peternak pemula sulit berkembang.

 

Dengan kemajuan tehnologi saat ini segala faktor penghambat tersebut dapat diminimalisir.  Kini telah hadir Suplemen Organik Cair GDM, suatu terobosan baru dalam biotehnologi yang memanfaatkan bakteri menguntungkan untuk meningkatkan nafsu makan ternak, meningkatkan daya cerna pakan dan meningkatkan efisiensi pakan serta meningkatkan daya tahan ternak ayam terhadap serangan penyakit. Investasi jadi lebih murah dan ternak ayam petelur tahan penyakit serta dapat berproduksi maksimal.

 

Berikut beberapa tips sederhana bagi peternak agar sukses dalam usaha peternakan ayam petelur :

  1. Lokasi dan Kandang

Lokasi kandang peternakan ayam petelur sebaiknya jauh dari pemukiman dan keramaian untuk menghindari stress pada ayam petelur serta tidak menimbulkan bau dan pencemaran di sekitar pemukiman.

Bakteri dalam SOC GDM dapat meningkatkan daya tahan ayam dari stress dan menghilangkan bau kotoran sehingga sangat ramah lingkungan. Aplikasikan SOC GDM lewat air minum dengan dosis 0,3 ml/ekor setiap hari untuk memperoleh manfaat yang besar tersebut.

  1. Bibit ayam (DOC)

Bibit ayan hendaknya yang berkualitas, berasal dari indukan yang sehat, berproduksi tinggi serta merupakan strain unggul. Secara kasat mata DOC yang baik memiliki bulu yang halus dan mengkilat, lincah, mata jernih, berat seragam (35-40 gram) dan tidak ada kecacatan atau tidak ada bekas kotoran menempel di anus.

  1. Pakan dan minum

Pakan ayam petelur menggunakan konsentrat yang jenisnya disesuaikan dengan umur dan fase pertumbuhan ayam petelur. Pakan yang baik mengandung protein, lemak, serat kasar dan mineral sesuai kebutuhan. Daya cerna pakan dan efisiensi pakan sangat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan dan produksi telur. Tambahan Suplemen Organik Cair GDM mampu meningkatkan daya cerna pakan dan meningkatkan efisiensi pakan dengan dosis 0,3 ml/ekor/hari (pagi-sore). Aplikasi SOC GDM dapat melalui air minum ayam yang volume airnya menyesuaikan dengan umur ayam.

  1. Vaksin dan Obat

Pemberian vaksin wajib dilakukan untuk mencegah penyakit menular pada ayam petelur yang disebabkan oleh virus dengan jalan meningkatkan kekebalan tubuh ayam.

Bakteri dalam SOC GDM juga meningkatkan kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan pathogen lainnya.

  1. Panen dan Pasaca Panen

Produksi telur meningkat (Kualitas dan kuantitas) serta masa produktif ayam petelur semakin panjang. Kulit telur/cangkang telur yang menggunakan SOC GDM akan semakin tebal sehingga sangat cocok jika produksi telurnya harus mengalami transportasi yang lama (dikirim jarak jauh), sehingga meminimalisir kerusakan.

 

Demikian beberapa tips sederhana cara beternak ayam petelur ala GDM, semoga bermanfaat.

Cara Super Jitu Budidaya Ikan Mas dengan Suplemen Organik Cair GDM Ikan, Pasti Panen

Cara Super Jitu Budidaya Ikan Mas dengan Suplemen Organik Cair GDM Ikan, Pasti Panen

Budidaya ikan mas menjadi primadona di kawasan Jawa Barat. Hampir 49% produksi ikan mas nasional dipasok oleh wilayah Jawa Barat seperti wilayah Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, dan Purwakarta.

Budidaya ikan mas memiliki potensi besar karena mudah dalam pemeliharaan, ketersediaan bibit yang kontiyu, pasar yang terbuka lebar, serta tingkat konsumsi ikan yang mengalami peningkatan secara signifikan.

Ikan mas banyak dipelihara di kolam jaring apung, kolam air deras dan kolam tanah. Ikan mas termasuk ikan omnivora yaitu pemakan segala sehingga sangat mudah dipelihara.
Strain ikan mas yang banyak dibudidayakan termasuk strain unggul seperti Majalaya, Punten, Si Nyonya, Mas Koi, Mas Taiwan. Masing-masing strain memiliki keunggulan sehingga banyak pilihan untuk pembudidaya ikan mas.

Adapun ciri-ciri strain ikan mas antara lain sebagi berikut :
a. Strain Majalaya
ukuran tubuh relatif pendek, bentuk punggung lebih membungkuk dan lancip, sisik berwarna hijau keabuan, bagian tepinya berwarna lebih gelap kecuali di bagian bawah insang dan bawah sirip ekor berwarna kekuningan.
b. Strain Mas Koi
Bentuk badan bulat panjang dan bersisik penuh, warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi. Jenis ikan koi yang memiliki harga cukup baik dan stabil yaitu kohaku, taisho, sanshoku, showa, shiro, utsuri, shusui, asagi goromo, goshiki, bekko, tancho, kinginrin, dan kawarimono
c. Strain Punten
Potongan badan paling pendek, sisik berwarna hijau gelap, mata agak menonjol, gerakannya gesit serta bagian punggung tinggi melebar
d. Strain Si Nyonya
Sisik tubuh berwarna kuning muda, ikan muda memiliki ciri mata kurang menonjol keluar, sedang ikan dewasa lebih sipit, badan relatif panjang, gerakannya lamban, menyukai daerah permukaan air
e. Strain Taiwan
Badan relatif panjang, penampang punggung membulat, sisik berwarna hijau kekuning-kuningan, gerakan gesit dan aktif

Cara Budidaya Ikan Mas

Waktu pemeliharaan ikan mas untuk konsumsi hampir sama dengan ikan air tawar lainnya kurang lebih 3 bulan. Dalam skala besar, ikan mas banyak dibudidayakan di kolam tanah, kolam air deras dan keramba jaring apung. Lokasi yang dipilih pun bervariasi mulai dari sungai, waduk, embung dan perairan umum lainnya.

A. Budidaya ikan mas di kolam tanah
Untuk budidaya ikan mas di kolam hal yang perlu diperhatikan adalah persiapan kolam. Persiapan kolam disini meliputi konstruksi kolam, pengeringan dan pemupukan. Konstruksi kolam disini adalah pengecekan konstruksi kolam seperti ada tidaknya kebocoran, mengecek pematang kolam serta pintu keluar – masuk air (inlet/outlet).
Pengeringan kolam untuk persiapan tebar bibit baru perlu memperhatikan sinar matahari. Sinar matahari yang terik akan mempercepat proses pengeringan serta perkembangan parasite, spora jamur serta bakteri di kolam. Pastikan kolam kering sempurna.

Pemupukan kolam bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami (plankton). Untuk mempercepat proses pertumbuhan pakan alami sangat disarankan menambahkan GDM Black BOS. Black BOS hadir sebagai solusi untuk mengurai kandungan bahan organic dalam kolam yang terendap dan terikat dalam partikel lumpur, menstimulasi pertumbuhan plankton, mencegah perkembangan bakteri, spora jamur, dan parasite dalam kolam. Setelah diaplikasi Black BOS diisi air 60 cm lalu dibiarkan selama 5 hari.
Pastikan memilih bibit yang telah tersertifikasi lembaga pembenihan untuk meminimalisir serangan penyakit dan menjaga kualitas produksi. Sebaiknya bibit ditebar saat pagi atau sore hari untuk mengurangi stress ikan. Padat tebar disesuaikan dengan ukuran kolam. Untuk pemberian pakan sebaiknya 3-5 % dari berat total sedangkan untuk frekuensi pemberian pakan minimal 3 kali sehari. Sangat dianjurkan untuk menambahkan SOC GDM Ikan dalam pellet atau ditebarkan langsung ke dalam kolam secara rutin setiap minggu

B. Budidaya ikan mas di kolam air deras
Untuk budidaya ikan mas di kolam air deras juga perlu memperhatikan konstruksi kolam, kemudian sumber air. Sumber air ini penting karena jika sumber air tercemar limbah rumah tangga ataupun industri akan menghambat proses budidaya. Selain itu juga debit air, debit air yang dianjurkan adalah 100 liter/menit. Kunci sukses budidaya ikan mas system kolam air deras adalah sirkulasi air. Usahakan sirkulasi air lancar dan tidak menimbulkan daerah mati (endapan kotoran dan sisa pakan)
Untuk aplikasi SOC GDM ikan di kolam air deras, sangat dianjurkan untuk dipalikasi saat pemberian pakan. Jadi campurkan SOC GDM ikan ke dalam pellet ikan lalu tebarkan secara merata ke kolam.

C. Budidaya ikan mas di keramba jaring apung
Budidaya ini biasanya dilakukan di perairan umum seperti waduk, embung, danau dan sungai. Ukuran keramba yang biasanya digunakan adalah 7m x 7mx 3m dan 6m x 6mx 3m. budidaya di perairan umum perlu kewaspadaan tinggi dan manajemen bagus. Hal ini disebabkan oleh jika 1 karamba terserang penyakit maka akan lebihmudah menyebar ke keramba yang lain. Begitu juga saat terjadi pencemaran maupun up welling. Akan tetapi, semua hal bisa dicegah. Untuk meningkatkan ketahan tubuh ikan terhadap serangan penyakit maupun menguraikan bahan organic serta amoniak di perairan. Solusi instannya adalah mengaplikasikan SOC GDM Ikan dalam pellet ikan. Praktis bukan?

Rahasia Budidaya Ikan Lele Bisa Panen Melimpah Dengan SOC GDM

Ikan lele termasuk salah satu primadona dalam budidaya ikan air tawar.   Budidaya ikan lele menjadi primadona karena mudah dalam pemeliharaan, pemasaran dan sangat digemari oleh masyarakat. Budidaya ikan lele bisa dilakukan di berbagai macam jenis kolam seperti kolam terpal, kolam bundar/fiberglass, kolam semen serta kolam tanah.

Selain jenis kolam yang bermacam-macam, lele juga memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan perubahan lingkungan. Perubahan tersebut antara lain padat tebar tinggi, kualitas air yang minim, jenis pakan yang bervariasi serta mudah dalam pemeliharaan.

Tahap-tahap  budidaya ikan lele

  • Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam persiapan kolam adalah memastikan tidak ada kebocoran kolam. Kebocoran kolam akan mempengaruhi proses budidaya yaitu munculnya hama ikan
  • Selanjutnya, proses pengeringan kolam, waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan kolam sekitar 3-10 hari tergantung sinar matahari. Usahakan kering sempurna, tujuannya adalah untuk membunuh hama dan penyakit ikan. Tandanya adalah tanah kering retak-retak.
  • Setelah proses pengeringan, kolam dibajak atau dicangkul. Tujuannya untuk mengeluarkan gas amoniak yang masih mengendap dalam tanah.
  • Setelah itu, proses pengapuran. Proses ini penting untuk menyeimbnagkan pH tanah/ derajat keasaman tanah serta meminimalisir parasite mikro. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor (CaMg (CO3)2. Dosis yang digunakan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi. Sangat dianjurkan untuk mengecek pH atanh terlebih dahulu sebelum menentukan dosis pengapuran
  • Selanjutnya, pemupukan. Pupuk disini berfungsi sebagai penyedia nutrisi untuk pertumbuhan pakan alami yaitu plankton. Gunakan pupuk organic Black BOS untuk mempercepat pembentukan pakan alami. Dosis yang diperlukan adalah 5 kg/ ha.
  • Pengisian air kolam dilakukan setelah pemupukan. Ketinggian air yang dianjurkan adalah 50 cm lalu biarkan selama kurang lebih 1 minggu untuk menumbuhkan plankton.
  • Setelah 1 minggu, benih lele siap ditebar. Lakukan proses aklimatisasi dengan benar untuk meminimalisir kematian benih. Aklimatisasi adalah proses keluarnya benih ikan secara mandiri dari kantong plastik/wadah ke dalam kolam. Jika ikan dari panti benih langsung ditebar di kolam tanpa diaklimatisasi dengan benar, benih ikan lele akan mengalami stress karena perubahan suhu dan lingkungan yang drastis.
  • Untuk menjaga kualitas air selama budidaya ikan lele, pastikan untuk rutin aplikasi SOC GDM Ikan. Dosis yang dianjurkan adalah 6 ml/m3 . Tujuannya adalah mengurangi bau amoniak dan hydrogen sulfide dalam air, mengurai sisa pakan dan kotoran ikan serta meningkatkan nafsu makan ikan lele.
  • Selain itu, sangat dianjurkan juga untuk mencampurkan SOC GDM Ikan dalam pakan/pellet ikan. Pellet yang telah diaplikasi SOC GDM Ikan akan lebih mudah dicerna oleh ikan lele sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal. Jika penyerapan nutrisi optimal, pertumbuhan ikan akan semakin cepat sehingga mempercepat waktu panen.

Konsultasi Seputar PUPUK Organik Cair GDM 0812 2400 2400

 

Tips Super Jitu Cegah Munggut pada ikan dan udang

Tips Super Jitu Cegah Munggut pada ikan dan udang

Budidaya ikan dan udang mejadi bisnis yang menggiurkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini disebabkan karena semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebutuhan daging putih (ikan/udang).  Namun, seiring dengan peningkatan kebutuhan ikan/udang, semakin kompleks juga permasalahannya mulai dari harga pakan yang semakin mahal, penyakit ikan dan udang serta pencemaran lingkungan terutama air. Air sebagai media hidup ikan dan udang menjadi penting dan harus mendapat perhatian khusus oleh para pembudidaya. Pembudidaya perlu melakukan banyak treatment untuk setidaknya mempertahankan kualitas air agar sesuai dengan media hidup ikan dan udang. Oleh karena itu, Kualitas air merupakan salah satu faktor yang penting dalam pertumbuhan ikan

Munculnya kasus munggut atau bisa disebut keracunan amoniak disebabkan oleh berbagai factor dalam air. Derajat keasaman (pH), kadar oksigen dalam air, naik turunnya suhu, jumlah ikan/udang yang ditebar dalam kolam serta factor lainnya.  Pasti pusing dan butuh fast respond dalam mengatasi munggut kan? SOC GDM Ikan hadir sebagai solusi anti munggut untuk semua jenis ikan dan udang baik air tawar, payau maupun air laut. SOC GDM adalah suplemen organic cair dengan bahan 100% dan 5 bakteri spesifik yang sesuai dengan kebutuhan kolam dan tambak Anda.

Ikan mengeluarkan 80- 90% amonia (N-anorganik) melalui proses osmoregulasi, sedangkan dari feses dan urine sekitar 10-20% dari total nitrogen. Akumulasi amonia pada media budidaya merupakan salah satu penyebab penurunan kualitas perairan yang dapat berakibat pada kegagalan produksi budidaya ikan .Ammonia adalah hasil utama dari protein yang merupakan racun bagi ikan. Pengaruh yang berbahaya dari ammonia yaitu berhubungan dengan nilai pH dan suhu air. Kandungan ammonia hasil metabolisme yang meningkat cenderung menyebabkan gangguan yang bersifat fisiologis dan memicu stress pada ikan.

Dengan demikian semakin intensif suatu kegiatan budidaya akan diikuti dengan semakin tingginya konsentrasi senyawa nitrogen terutama amoniak dalam air. Meskipun melalui manajemen yang baik, pakan yang diberikan pada ikan pasti akan menghasilkan limbah.

Bacillus mycoides, B.pumilus dan B. brevis akan membantu Anda mengurangi kadar amoniak penyebab munggut di kolam Anda.  Kuncinya hanya perlu aplikasi SOC GDM secara rutin. GDM Pasti Panen.

 

Konsultasi Seputar PUPUK Organik Cair GDM 0812 2400 2400

Cegah Penyakit ikan Dengan SOC GDM Ikan

Kita mungkin akan sering menemukan ikan/ udang kita tiba-tiba menyendiri di pinggir kolam/tambak. Lebih sering muncul dipermukaan air, berkumpul didekat sumber pemasukan air (inlet) atau bisa juga menemukan segerombolan ikan yang sudah tinggal menunggu di jemput malaikat maut.

Kita sebagai pembudidaya harus dan wajib mengamati perilaku ikan secara seksama. Jika pengamatan secara visual memperlihatkan perilaku yang tidak normal, evaluasi lanjutan harus dilakukan dengan teliti untuk mementukan apakah hal tersebut karena adanya patogen atau kondisi dan kualitas air yang buruk. Pengamatan ini harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah akibat negatif selanjutnya pada ikan budidaya. Jika diakibatkan oleh patogen, kita pasti kelabakan mencari obatnya. Dimulai dari gejala awal seperti kondisi air kolam keruh/tidak? Nafsu makan menurun atau tidak ? Sirip luka atau tidak? Ada luka atau  tidak? Dan tanda-tanda kelainan lainnya. Setelah menemukan gejalanya baru akan diketahui jenis penyakitnya. Disebabkan jamur, parasit, bakteri atau justru virus? Dan ujung-ujungnya, kita akan segera berpikir untuk mencari obatnya.

Obat apa yang digunakan untuk menyembuhkan Aeromonas? Pseudomonas? Saprolegnia ? Argulus? Dan lain sebagainya.  Coba dibalik pertanyaannya, Bagaimana menjaga kualitas air budidaya agar tetap stabil hingga panen?

Mungkin terlihat klise, tapi pola pertanyaannya memang perlu diubah lho.  Obat itu kan berarti dipahami sebagai bahan untuk menyembuhkan suatu penyakit. Nah, jika pertanyaannya diubah, tentu kita tidak perlu mencari obat itu tadi, Iya kan?

Yang diperlukan sekarang adalah tindakan preventif menggunakan antibiotik alami. Dimana bisa kita dapat antibiotik alami itu? Antibiotik alami bisa diperoleh dari mikroba atau tanaman. Pembudidaya lebih menyukai produk langsung yang bisa diaplikasikan ke dalam kolam/tambak. Ini terkait efisiensi waktu dan tenaga kerja biasanya.   Bener atau tidak bos?

Berbagai macam produk akan kita temukan dipasaran mulai dari bakteri, jamur, enzim, antibiotik, vaksin juga bagian tertentu dari sel mikroba. Karena banyaknya pilihan tersebut seringkali kita bingung memilih agar sesuai kebutuhan kita. Iya kan??

Suatu produk antibiotik alami dikatakan berhasil biasanya jika memiliki ijin edar, jenis obat tepat untuk penyakit yang tepat (kita memerlukan pengetahuan tentang obat dan takarannya), banyak tersedia dan murah serta tidak menimbulkan efek samping bagi manusia yang mengkonsumsi ikan tersebut.

Jadi penting kita ketahui bahan obat tersebut, cara pakainya, dosisnya hingga berapa lama penggunaan obat itu diperbolehkan di kolam. Suplemen Organik Cair GDM ikan hadir sebagai solusi untuk tindakan preventif munculnya parasit, jamur dan bakteri pada ikan budidaya. Suplemen Organik Cair GDM Ikan terbuat dari 100% bahan organik plus 5 bakteri khusus untuk menunjang kebutuhan kolam. SOC GDM ikan tersedia dalam bentuk cair sehingga sangat mudah diaplikasikan bisa langsung melalui air atau dicampur pakan.Mencegah lebih baik daripada mengobati. SOC GDM ikan mencegah timbulnya serangan penyakit ikan.

Konsultasi Seputar PUPUK Organik Cair GDM 0812 2400 2400

Suplemen Organik Cair GDM Untuk Perikanan

Semakin hari budidaya perikanan semakin digemari banyak kalangan. Pemain pemula, pensiunan dan bisnisman mulai serius menggarap bidang perikanan mulai dari pembenihan, pembesaran hingga pengolahan. Perkembangan bisnis dari hulu ke hilir tersebut menarik perhatian perbankan untuk mengucurkan dana usaha di bidang perikanan.  Akan tetapi, perkembangan bisnis yang semakin positif tidak di barengi dengan kondisi lingkungan perairan.  Permintaan produksi semakin tinggi tidak sebanding dengan kegagalan budidaya sehingga pembudidaya harus lebih cermat dan tepat dalam penanganannya. Sistem tradisional mulai ditingkatkan menjadi semi intensif, semi intensif menjadi intensif. Teknologi budidaya juga berkembang pesat dengan bantuan mikrooganisme seperti bakteri, yeast, mikroalga dan bakteriofag. Bakteri memiliki peran penting dalam lingkungan budidaya perikanan sebagai pengurai, pembentuk flok, pendegradasi partikel di lingkungan tambak/kolam.

Bakteri telah lama digunakan sebagai bahan tambahan dalam dunia perikanan terutama budidaya udang. Sekarang hampir semua budidaya mulai dari air tawar, air payau hingga air laut memanfaatkan peran bakteri atau yang sering disebut suplemen/probiotik.

Berbagai macam bakteri digunakan mulai dari Bacillus, Pseudomonas, Lactobacillus dan masih banyak lagi jenisnya. Suplemen  adalah mikroorganisme atau komponen sel mikroorganisme (enzim) yang ditambahkan dengan cara-cara tertentu agar masuk kedalam saluran pencernaan ikan dan tetap hidup dengan tujuan memperbaiki kesehatan ikan.

Secara umum suplemen/probiotik berfungsi sebagai pengendali biologi, perbaikan kualitas air, peningkat respon imun, agen pengendali mikroba saluran cerna dan untuk menekan bakteri pathogen di lingkungan kolam.

Suplemen untuk perikanan harus memiliki karakter yaitu menguntungkan ikan/udang, mampu hidup atau bertahan di saluran cerna ikan, dapat terjaga stabilitas produk dan aman disimpan dalam jangka waktu lama serta dapat diproduksi secara masal dalam skala industri.

Suplemen Organik Cair GDM memiliki 5 jenis bakteri spesifik sesuai kebutuhan untuk budidaya perikanan. SOC GDM memiliki 3 jenis Bacillus yaitu Bacillus mycoides, Bacillus brevis dan Bacillus pumilus selain itu juga mengandung Pseudomonas alcaligenes dan Micrococcus roseus.

Kombinasi dari 5 bakteri ini mampu memperbaiki nutrisi seperti produksi vitamin, detoksifikasi pangan, menghambat perkembangan bakteri merugikan dalam saluran cerna serta memproduksi senyawa anti pathogen sehingga sangat membantu dalam peningkatan produktifitas budidaya.

Sebelumnya, peningkatan produktifitas kolam menggunakan  bahan-bahan kimiawi seperti antibiotik dan disinfektan tetapi sangat merugikan karena menjadi residu di kolam dan terutama residu pada konsumen. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan bertindak tegas dengan melarang penggunaan antibiotik maupun disinfektan dalam budidaya perikanan untuk keamanan jangka panjang.

SOC GDM termasuk suplemen yang dibuat dari 100% bahan organik yang ada di lingkungan sekitar dan sesuai dengan kebutuhan di kolam/tambak. SOC GDM juga mengandung nutrisi makro dan mikro mineral yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan, perkembangan dan ketahanan ikan budidaya.

Perubahan kualitas perairan dan lingkungan harus kita sikapi dan cegah dengan teknologi. SOC GDM adalah paket hemat untuk pertumbuhan, perkembangan dan ketahanan budidaya ikan karena memiliki fungsi sesuai kebutuhan kolam yaitu, pengurai, pembentuk flok, pendegradasi limbah, dan penghasil enzim serta penghasil antibiotik. SOC GDM juga dapat memperbaiki kondisi lingkungan lewat proses bioremediasi sehingga menguntungkan ikan budidaya.

Dari berbagai riset membuktikan, dengan adanya introduksi mikroba positif maka kolam menjadi lebih sehat dan ikan juga lebih kuat terhadap stres dan penyakit.  Yang pasti, pertumbuhan ikan bisa sangat pesat karena SOC GDM itu merangsang nafsu makan.SOC GDM juga ibarat benteng pertahanan diri.Jadi sebaiknya diberikan sejak dini.Begitu bibit mau masuk kolam, 1 minggu sebelumnya air kolam harus diaplikasiSOC GDM agar kondisi air tumbuh banyak plankton.Selanjutnya, pemberian SOC GDM untuk pemeliharaan air cukup satu minggu sekali sesuai dosis.

Jadi, SOC GDM memang harus difungsikan menjadi semacam imunisasi.  Jika diberikan lebih awal, maka efeknya akan lebih bagus.  Jangan menunggu kondisi kolam jelek dan ikan stress atau terserang penyakit.  Pemberian SOC GDM secara teratur akan menghasilkan ikan yang lebih sehat.