Rahasia Budidaya Ikan Lele Bisa Panen Melimpah Dengan SOC GDM

Ikan lele termasuk salah satu primadona dalam budidaya ikan air tawar.   Budidaya ikan lele menjadi primadona karena mudah dalam pemeliharaan, pemasaran dan sangat digemari oleh masyarakat. Budidaya ikan lele bisa dilakukan di berbagai macam jenis kolam seperti kolam terpal, kolam bundar/fiberglass, kolam semen serta kolam tanah.

Selain jenis kolam yang bermacam-macam, lele juga memiliki daya adaptasi yang tinggi dengan perubahan lingkungan. Perubahan tersebut antara lain padat tebar tinggi, kualitas air yang minim, jenis pakan yang bervariasi serta mudah dalam pemeliharaan.

Tahap-tahap  budidaya ikan lele

  • Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam persiapan kolam adalah memastikan tidak ada kebocoran kolam. Kebocoran kolam akan mempengaruhi proses budidaya yaitu munculnya hama ikan
  • Selanjutnya, proses pengeringan kolam, waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan kolam sekitar 3-10 hari tergantung sinar matahari. Usahakan kering sempurna, tujuannya adalah untuk membunuh hama dan penyakit ikan. Tandanya adalah tanah kering retak-retak.
  • Setelah proses pengeringan, kolam dibajak atau dicangkul. Tujuannya untuk mengeluarkan gas amoniak yang masih mengendap dalam tanah.
  • Setelah itu, proses pengapuran. Proses ini penting untuk menyeimbnagkan pH tanah/ derajat keasaman tanah serta meminimalisir parasite mikro. Jenis kapur yang digunakan adalah dolomit atau kapur tohor (CaMg (CO3)2. Dosis yang digunakan untuk pengapuran adalah 250-750 gram per meter persegi. Sangat dianjurkan untuk mengecek pH atanh terlebih dahulu sebelum menentukan dosis pengapuran
  • Selanjutnya, pemupukan. Pupuk disini berfungsi sebagai penyedia nutrisi untuk pertumbuhan pakan alami yaitu plankton. Gunakan pupuk organic Black BOS untuk mempercepat pembentukan pakan alami. Dosis yang diperlukan adalah 5 kg/ ha.
  • Pengisian air kolam dilakukan setelah pemupukan. Ketinggian air yang dianjurkan adalah 50 cm lalu biarkan selama kurang lebih 1 minggu untuk menumbuhkan plankton.
  • Setelah 1 minggu, benih lele siap ditebar. Lakukan proses aklimatisasi dengan benar untuk meminimalisir kematian benih. Aklimatisasi adalah proses keluarnya benih ikan secara mandiri dari kantong plastik/wadah ke dalam kolam. Jika ikan dari panti benih langsung ditebar di kolam tanpa diaklimatisasi dengan benar, benih ikan lele akan mengalami stress karena perubahan suhu dan lingkungan yang drastis.
  • Untuk menjaga kualitas air selama budidaya ikan lele, pastikan untuk rutin aplikasi SOC GDM Ikan. Dosis yang dianjurkan adalah 6 ml/m3 . Tujuannya adalah mengurangi bau amoniak dan hydrogen sulfide dalam air, mengurai sisa pakan dan kotoran ikan serta meningkatkan nafsu makan ikan lele.
  • Selain itu, sangat dianjurkan juga untuk mencampurkan SOC GDM Ikan dalam pakan/pellet ikan. Pellet yang telah diaplikasi SOC GDM Ikan akan lebih mudah dicerna oleh ikan lele sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal. Jika penyerapan nutrisi optimal, pertumbuhan ikan akan semakin cepat sehingga mempercepat waktu panen.

Konsultasi Seputar PUPUK Organik Cair GDM 0812 2400 2400