Tips Gampang dan Jitu Siapkan Kolam Budidaya Belut

Belut atau dalam nama latin Monopterus sp. Merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang berbentuk menyerupai ular karena berbentuk pipih memanjang. Perbedaannya, belut tidak memiliki sirip dan sisik. Ikan ini banyak ditemukan di area sawah dan rawa. Indonesia dianugerahi 2 jenis belut yag sangat disukai masyarakat dunia yaitu belut sawah (Monopterus albus) dan belut rawa (Synbranchus bengalensis).

Ikan belut menjadi favorit baik di pedesaan maupun perkotaan sehingga permintaan akan belut konsumsi meningkat secara signifikan setiap tahun. Bahkan skala ekspor pun juga mengalami respon positif. Negara-negara yang loyal mengimpor belut Indonesia antara lain Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Inggris, honglong, Jepang dan Korea.

Belut memiliki rasa gurih dan kandungan protein tinggi sehingga sangat mudah dikonsumsi oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia. Permintaan yang semakin tinggi mendorong masyarakat untuk mengeksploitasi belut secara terus-menerus sehingga di habitat aslinya populasi belut menurun drastis.

Untuk menanggulanginya maka dilakukan budidaya belut baik skala tradisional, semi intensif bahkan intensif. Keunggulan belut sebagai ikan budidaya adalah tidak memerlukan tempat yang luas dan mudah dalam proses pemeliharaan.

Sebelum membudidayakan belut sebaiknya perlu dikenali terlebih dahulu terkait karakter, habitat, morfologi dan pakan belut. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi kematian, salah proses penanganan, pemeliharaan dan mencegah penyakit.

Belut menyukai tempat yang mengandung kadar oksigen tinggi, jernih, perairan tenang namun memiliki banyak sumber makanan. Makanan yang disukai belut adalah serangga air, ikan, katak, cacing Tubifex, krustacea. Hewan ini tergolong karnivora dan nocturnal serta cenderung pasif karena menunggu mangsa di lubang tempat sembunyi.  Belut mampu hidup optimal pada rentang suhu 25-31◦ C.

Jenis belut yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di wilayah Jawa Barat adalah belut sawah (Monopterus albus). Perkembangan teknologi budidaya belut semakin berkembang pesat, belut pun bisa dibudidayakan di lahan sempit dan berbagai jenis kolam seperti kolam beton, kolam tanah, drum, bahkan tong air.

Apabila ingin sukses memelihara belut, sebaiknya memilih salah satu dari fase budidaya belut, yaitu pemijahan, pendederan dan pembesaran belut konsumsi. Namun, jika ingin melakukan semua fase juga tidak masalah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut meliputi persiapan kolam, pemilihan bibit, pemeliharaan, pemberian pakan, kualitas air serta pencegahan penyakit.

Tahap pertama adalah persiapan kolam budidaya belut. Adapun bahan-bahan yang digunakan meliputi jerami padi, pupuk organik/pupuk kompos, Suplemen Organik Cair GDM Ikan, GDM Black BOS (Bio Organic Stimulant) dan lumpur kering.

Bagaimana caranya??

  1. Siapkan kolam beton,kolam tanah, drum atau tong air
  2. Isikan jerami dengan ketinggian 50 cm
  3. Siram jerami dengan SOC GDM Ikan sebanyak 1 liter
  4. Taburkan pupuk organik/pupuk kompos dengan ketinggian 7 cm
  5. Tambahkan lumpur kering dengan ketinggian 25 cm
  6. Semprotkan secara merata GDM Black BOS sebanyak 1 kg
  7. Tambahkan air dengan ketinggian 20 cm
  8. Biarkan selama 14 hari

Gampangkan?

Tujuan dari fermentasi tersebut adalah menyiapkan media hidup yang siap ditebari bibit belut serta menyediakan makanan alami untuk bibit. Tanda bahwa media berhasil adalah air jernih, tidak berbau busuk dan banyak ditumbuhi kutu air.

Selamat mencoba !!!

konsultasi seputar agrobisnis bisa langsung ke 0812 2400 2400