Tips Jitu Cerahkan Sisik Ikan Pembawa Hoki Arwana Super Red

Arwana merupakan ikan hias popular dikancah dunia ikan hias. Arwana (Scleropages formosus) sejak lama sudah menjadi primadona ikan hias air tawar baik dalam negeri maupun luar negeri. Hobiis arwana menyebutkan ikan arwana sebagai ikan kayangan dan titisan dewa. Sisik ikan arwana yang bulat besar mirip sisik naga sehingga dalam bahasa mandarin disebut Le Tiaw Lung (seekor naga) diyakini membawa hoki/keberuntungan bagi pemiliknya. Arwana juga menjadi simbol status, kepuasan dan kebanggaan pemiliknya.

Ikan asli Indonesia ini berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Bentuk tubuh yang indah (memanjang, ramping dan gerakan renang yang sangat anggun) serta memiliki corak warna spesifik yaitu merah, sisiknya berkilau bila terkena cahaya. Seluruh keindahan yang dimiliki arwana menjadi daya tarik tersendiri ikan arwana.

Ikan arwana termasuk ikan yang tahan terhadap serangan penyakit. Namun, sangat sensitive terhadap perubahan kualitas air yang meliputi fluktuasi amoniak, nitrit, dan nitrat.
Bukan berarti ikan arwana susah untuk dipelihara. Ikan arwana banyak dipelihara dalam akuarium. Ukuran akuarium minimal 3 kali dari panjang ikan dengan lebar 1,5 kali panjang ikan. Penempatan akuarium juga perlu diperhatikan. Sebaiknya, akuarium ditempatkan pada daerah yang minim lalu lintas orang untuk menghindari stress ikan. Akuarium juga perlu ditambahkan tutup yang kuat dan rapat untuk mencegah ikan melompat keluar.

Populasi dalam memelihara arwana dalam akuarium juga perlu diperhatikan. Sebaiknya, arwana dipelihara secara individu, hindari memelihara arwana dengan jumlah ganjil seperti 3 ekor dalam 1 akuarium. Hal ini bertujuan untukmenghindari sikap agresif ikan arwana yang sangat tinggi.

Lebih bagus jika memelihara langsung 6 ekor dalam 1 akuarium untuk meminimalisir sikap agresif.
Arwana termasuk kategori ikan karnivora. Pakan yang disukai antara lain ikan segar, udang, potongan udang segar, potongan daging ikan segar, serangga seperti jangkrik, kecoak, kelabang, kemudian golongan cacing (sutera, tanah, darah), ulat hongkong serta katak.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan pakan hidup adalah perlu adanya karantina untuk mencegah masuknya bibit penyakit. Sebisa mungkin hindari pemberian serangga atau kodok mati karena peluang kontaminasi bakteri lebih besar.
Untuk pakan hidup, terlebih dahulu buang bagian tubuh yang bisa melukai mulut ikan misalnya kaki belakang kecoa, jangkrik, rostrum udang (duri kepala udang).

Pemeliharaan kualitas air akuarium ikan arwana sangat penting untuk diperhatikan. Penumpukan amoniak, nitrit dan nitrat dalam akuarium akan menjadi pemicu ikan stress. Penggantian air jangan terlalu sering cukup dilakukan 2 atau 4 minggu sekali dengan membuang 30-50% total air. Metode penggantian juga bisa menggunakan metode siphon (selang air). Ikan arwana mampu hidup pada kisaran pH yang luas. Namun, sangat dianjurkan untuk memelihara sesuai kondisi aslinya yaitu 6-7. Sangat peenting diperhatikan dalam memelihara ikan arwana adalah suhu air. Kisaran suhu air untuk ikan arwana adalah 26-30 C. Fluktuasi suhu dalam akuarium dapat menyebabkan ikan stress. Jika suhu terlalu tinggi akan menyebabkan tutup insang menggulung sehingga mengurangi keindahan ikan tersebut.

Penyakit yang serig menyerang ikan arwana adalah kembang sisik dan katarak. Kembang sisik sebenarnya bukan kategori penyakit menular akan tetapi termasuk bentuk stress akibat fluktuasi suhu air. Kembang sisik ditandai dengan terbukanya sisipan antar sisik. Saat ikan mengalami kembang sisik, daya tahan ikan menurun sehingga rawan terhadap infeksi pathogen. Katarak juga bisa menyerang mata ikan. Gejalanya ditandai dengan adanya semacam kabut dalam kornea ikan. Hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri pathogen. Untuk mencegah serangan penyakit, perlu rajin melakukan sanitasi akuarium, pakan hidup, dan menjaga kualitas air akuarium tetap stabil. Pemanfaatan bakteri pengurai menjadi penting untuk mempertahankan kualitas air akuarium. SOC GDM mengandung 5 bakteri lengkap sesuai kebutuhan ikan arwana. Aplikasinya sangat mudah cukup dituang langsung ke dalam air akuarium sebanyak 1 ml/m3 air setiap 1 minggu sekali.

Daftar pustaka
Abdillah, P., P.A. Saputra dan H. Akhrari. 2009. Teknologi Pembenihan Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) di PT. Inti Kapuas Arowana Tbk, Kalimantan Barat. Artikel Ilmiah. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2012. Budidaya Ikan Arwana. Buku. Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Budidaya Ikan Arwana (Schleropages formosus) pontianakpost Diakses tanggal 18 November 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *